Senin, 11 Oktober 2010 | By: Unknown

MACAM-MACAM MAJAS (GAYA BAHASA)

MACAM-MACAM MAJAS
(GAYA BAHASA)
A. MAJAS PENEGASAN

1.Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?
2.Antitesis
Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang
berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.
3.Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lama semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya.
4.Klimaks
Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.
5.Eufemisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau
menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran
6.Hiperbolisme
Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan
7.Metonomia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.
Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah


8.Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

B. MAJAS PERBANDINGAN

1.Personifilasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.
Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting
2.Parafrase
Majas penguraian dengan menggunakan ucapan atau frase yang lebih panjang dari kata semula
Contoh : Fadhil pulang ke sekolah pada saat matahari sedang teriknya
3.Alegori
adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.
4.Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut- turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku
5. Retoris
Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengantujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar,dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?
6. Sinekdoke

Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakankeseluruhan.
Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya

Totem Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakansebagian.
Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelahmenggulung PSSI Harimau





C. MAJAS PERTENTANGAN

1. Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraiandalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belumada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)
2. Kontradiksio interminis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.
3.Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olahbertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakanberbeda.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
4.Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya
5.Ironi
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.
Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?
6.Sarkasme
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga
7. Sinisme
adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini







D. MAJAS PENGULANGAN

1.Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.
Contoh : Sunyi itu duka, sunyi itu suci, sunyi itu palsu
2.Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
3.Asonasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.
Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya
4.Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan
5.Tautotes
Adalah repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.
Contoh : kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru
6.Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan.
Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kau layari adalah puisi, Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi



0 comments: